Keterampilan Membaca Pada Perkuliahan

  • Mengenal letak gagasan utama dalam paragraf
  • Seberapa cepat membaca, yang penting saja (utama) lainnya bisa lanjut.
  • Membedakan gagasan utama dan pendukung
  • Membedakan yang penting dan tidak
  • Menyusun Informasi
  • Menyimpulkan dengan bahasa sendiri
  • Menemukan pesan tersurat dan tersirat

Contoh : novel >>tersirat :moral

>> tersurat : eksplisit

>> tersirat : implisit

Contoh Keterampilan Membaca :

SITUS PEMBELAJARAN ONLINE

ANALISIS SITUS PEMBELJARAN ONLINE

APA STYLE (Standar Penulisan Karya Ilmiah)

 

• Merupakan gaya penulisan dan format untuk dokumen akademik seperti jurnal dan buku
• APA style banyak digunakan diratusan Jurnal Ilmiah (termasuk jurnal kesehatan) dan buku teks serta akademis (makalah, artikel, dll)
• APA Style pertama kali dikembangkan tahun 1929
• Karena banyaknya pelopor ilmiah, edisi berikutnya diluncurkan pada tahun 1974, 1983, 1994, 2001, dan 2009.
• Edisi ke-6 APA diterbitkan tahun 2009 bulan Juli

• APA Style menggunakan sistem sitasi penulis dalam teks dengan menuliskan daftar sitasi yang menyertainya
• Artinya, untuk mengutip sitasi apapun dalam sebuah teks (makalah), penulis harus mengutip penulis dan tahun karya tersebut, baik dengan menempatkan keduanya dalam tanda kurung yang dipisahkan koma (kutipan sementara) atau dengan menempatkan penulis dalam narasi kalimat dan tahun dalam tanda kurung (narasi kutipan)
• Daftra referensi

Dalam APA Style, daftar referensi harus mencantumkan nama penulis, tahun, judul, dan sumber karya yang dikutip dan diurutkan secara Alfabetis
• Format referensi sedikit bervariasi tergantung pada jenis teks (misal artikel jurnal, bab buku yang diedit, postingan blog, dll)
• Contoh : Tseng, Y.C. (2004). Location tracking in a wireless sensor network by mobile agents and its data fusion strategies. The Computer Journal, 47(4), 448-460.

Apa Style merupakan salah satu sistem penulisan yang dianjurkan apabila menulis atau mengutip untuk dokumen akademik, APA Style selalu menerbitkan edisi edisi terbarunya seperti yang terkahir edisi ke-6 yang diluncurkan pada tahun 2009 bulan Juli. Pada penulisan sitasi dan daftar referensi haru memenuhi beberapa kriteria agar terpenuhi syarat penulisan APA style, dan format referensi sedikit bervariasi tergantung pada jenis teks (misal artikel jurnal, bab buku yang diedit, postingan blog, dll)

KUTIPAN : Bagian suatu teks dalam tulisan seseorang yang diambil(citation) sitasi dari
tulisan orang lain maupun diri sendiri.

MENGAPA PERLU MENGUTIP?
• Menunjukan keterkaitan dengan temuan sebelumnya
• Menunjukan kemajuan ilmu kesinambungan
• Pengakuan adanya temuan sebagai pembanding
• Mendukung argumen penulis
• Menghindari plagiasi

JENIS KUTIPAN (LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG)
• Kutipan langsung (asli) : tidak boleh dirubah
o Misal definisi, rumus, ayat kitab suci, pasal-pasal, dokumen negara
o Kalimat langsung pendek (<= 4 baris) o Kalimat langsung panjang ( > 4 baris)
• Kutipan tidak langsung :
o Misal pendapat dan temuan
o tidak terikat jumlah baris

Contoh Revisi Paper menggunakan APA Style :

TUGAS_KETENTUAN REVISI PAPER

TUGAS_PROTOTIPE PENYIRAMAN OTOMATIS BERDASARKAN KELEMBABAN DAN INTENSITAS MATAHARI

TUGAS_REVISI_PROTOTIPE PENYIRAMAN OTOMATIS BERDASARKAN KELEMBABAN DAN INTENSITAS MATAHARI

Artikel Dan Makalah

A. Pengertian Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang memberikan pokok permasalahan tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu dengan analisis yang logis dan objectif dan ditulis dengan sistematis.

B. Sistematika Makalah

• Pembuka
o Sampul
o Kata pengantar
o Daftar isi
• Tubuh Tulisan
o BAB 1 (Pendahuluan)
Latar belakang
Rumusan masalah
Tujuan
Metode
Sistematika
Tinjauan pustaka
o BAB 2 (Pembahasan)
o BAB 3 (Hasil dan Pembahasan)
o BAB 4 (Simpulan dan Saran)
• Bagian Akhir
o Daftar Pustaka dan lampiran
Memperhatikan semua sistematika dan struktur penulisan makalah, serta memperhatikan ukuran kertas dan aturan penulisan

C. Manfaat Makalah

• Belajar memahami masalah dan mencari solusinya
• Menerapkan ilmu pengetahuan untuk diimplementasikan dikehidupan
• Membuka pikiran untuk memahami permasalahan dilapangan

D. Jenis Makalah

• Deduktif (teoritis)
• Induktif ( data empiris dari lapangan)
• Campuran

E. Pengertian Artikel

Artikel adalah karya tulis lengkap yang merupakan karya tulis/karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur. Wujud karangan berupa berita atau kharkas.

F. Ciri- ciri Artikel

• Isi tulisan berdasarkan fakta
• Artikel juga terdapat opini-opini penulis, namun juga dikuatkan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan
• Penulisan artikel menggunakan metode yang sistematis
• Menggunakan ragam bahasa resmi dan baku

G. Jenis Artikel

• Narasi
• Diskripsi
• Argumentasi
• Persuasi

H. Sistematika Penulisan Artikel

a. Bagian awal : Judul, nama penulis, abstraksi
b. Bagian Utama : Pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, Simpulan dan saran.
c. Bagian akhir : Ucapan terima kasih dan simbol jika ada daftar pustaka

I. Alasan Pentingnya Menulis Artikel

• Memenuhi tugas akademik
• Mau naik pangkat/menjadi proffesor
• Menunjukan kemampuan dan kekuasaan dalam membaca
• Memenuhi daftar CV
• Menuangkan gagasan
• Menunjukan eksistensi di masyarakat

Makalah dan artikel merupakan karya tulis ilmiah. Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang memberikan pokok permasalahan tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup tertentu dengan analisis yang logis dan objectif dan ditulis dengan sistematis, artikel adalah karya tulis lengkap yang merupakan karya tulis/karangan yang bertujuan untuk meyakinkan, mendidik, atau menghibur. Wujud karangan berupa berita atau kharkas.

Contoh Makalah :

Makalah Kondisi Penggunaan Bahasa Indonesia Di Lingkungan Akademik

Bahasa Indonesia

A. Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah Ragam budaya melayu (Riau), pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tahun dimana penamaan bahasa Indonesia dideklarasikan, kemudian disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Pada perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap kata-kata dari bahasa lain (Arab, Portugis, Belanda, Cina, dan bahasa lokal). Pada tahun 1901 mengadopsi ejaan Van Ophijsen (diawali dengan dibentuknya Kitab Logat Melayu pada tahun 1896) dibantu Nawawi soetan Mamur dan M.Tabib Soetan Ibrahim. Pada saat Kongres Nasional yang dilaksanakan di Jakarta, Moh.Yamin mengusulkan bahasa Indonesia/melayu sebagai bahasa Nasional (sumpah pemuda)

B. Ragam Bahasa

• Merupakan varian bentuk bahasa tertentu dari sebuah bahasa menurut pemakaian
• Berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau variasi sosiolinguistik

Macam-macam ragam bahasa
 Berdasarkan pokok pembicaraan
Ragam bahasa Undang-undang
Ragam bahasa Jurnalistik
Ragam bahasa Ilmiah
Ragam bahasa Sastra
Syarat bahasa sebagai ilmu : Moderat dan objectif

 Berdasarkan media pembicaraan
Ragam bahasa Lisan (Ragam bahasa cakapan, pidato, kuliah, panggung)
Ragam bahasa Tulis (Ragam bahasa tekhnis, UU, catatan, surat)
 Berdasarkan hubungan para pembicara
Ragam bahasa resmi, akrab, agak resmi, santai

C. Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia

Kedudukan bangsa sebagai pemersatu bangsa (bahasa persatuan)
• Lambang kebanggaan kebangsaan
• Lambang identitas nasioanal
• Alat penghubung antar masyarakat
• Alat pemersatu bangsa
Kedudukan Bahasa indonesia sebagai bahasa negara
 Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan
 Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan
 Bahasa Indonesia sebagai penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pemerintah
 Bahasa Indonesia sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu, dan tekhnologi

D. Bahasa Baku (Hakekat dan Ciri)

• Bahasa merupakan sistem (satu kesatuan)
• Bahasa berwujud lambang
• Bahasa berupa bunyi
• Bahasa bersifat arbitrer (berubah-ubah)
• Bahasa bersifat produktif (dengan unsur terbatas dapat dibuat satuan tidak terbatas)
• Bahas itu bermakna
• Bahasa bersifat konvensional (masyarakat patuh pada peraturan)
• Bahasa bersifat Unik
• Bahasa bersifat universal dan variasi
• Bahasa bersifat dinamis

Untuk terbentuknya bahasa indonesia melalui tahapan yang cukup panjang, diantaranya saat pengusulan bahasa Indonesia dan sampai pengesahan bahasa indonesia terdapat berbagai masukan dan perubahan yang datang, seperti adanya adopsi bahasa/ejaan Van Ophivijen. Bahasa Indonesia merupakan ragam bahasa Melayu. Pada Kongres nasional kedua di Jakarta (28 Oktober 1928) Moh.Yamin mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan dan fungsi sebagai bahasa pemersatu bangsa. Dalam pemakaian bahasa Indonesia terdapat berbagai ragam dalam penggunaannya, berbentuk dialek, aksen, jenis, gaya, dan laras. Sebagai bangsa Indonesia kita harus bangga terhadap bahasa Indonesia dengan cara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.